Navigation Pages

bintang

Minggu, 20 Oktober 2013

The Dialogue of Possibility (example)

One day in the school, Belva and Syafi are talking about their activities  on a Saturday night.
Belva : Hi Syafi, how are you ?
Syafi  : Hello Belva, i'm fine. And you ?
Belva : I'm very nice. What are you doing ?
Syafi  : I'm thinking about you. Hahay :D
Belva : Oh, so sweet.. 
By the way, what are you going the Saturday night ?
Syafi  : I don't know yet. I might not go anywhere. What about you ?
Belva : I might go to my grandfather's house. But maybe I just stay at home.
Syafi  : How about studying together at your home ?, if you don't go anywhere.
Belva : Ok, all right. I wait you in my home.
Syafi  : See you.
Belva : See you.

Kamis, 25 Juli 2013

Dengan Caraku Sendiri

Aku hidup dengan cara ku sendiri.
Aku bahagia dengan cara ku sendiri.
Aku senang dengan cara ku sendiri.
Aku sedih dengan cara ku sendiri.
Aku tersenyum dengan cara ku sendiri.
Aku tertawa dengan cara ku sendiri.
Aku menangis dengan cara ku sendiri.
Aku berfikir dengan cara ku sendiri.

Aku mengenalnya  dengan cara ku sendiri.
Aku melihatnya dengan cara ku sendiri.
Aku mendengarnya dengan cara ku sendiri.
Aku merasakannya dengan cara ku sendiri.
Aku menyayangi nya dengan cara ku sendiri.
Aku mencintainya  dengan cara ku sendiri.
Aku menghargainya dengan cara ku sendiri.
Aku mengaguminya dengan cara ku sendiri.
Aku memahaminya dengan cara ku sendiri.
Aku memikirkan nya dengan cara ku sendiri.

Rabu, 05 Desember 2012

Inikah Waktu yang Tepat Untuk Melupakan


Tenggorokan ku tercekat
Aku bahkan tidak bisa berbicara
Aku hanya terdiam melihat langit malam ini
Aku menangis karena mu
Aku mencoba untuk melupakan, bantu aku
Tolong beritahu aku bagaimana cara melupakan
Aku terus mengatakan pada diriku sendiri untuk berhenti
Aku terluka dalam, aku terbakar dalam
Aku berkata pada diriku sendiri aku tidak punya apa-apa seperti cinta
Aku terus mengatakannya, berhentilah, aku berusaha untuk berhenti
Tetapi bayanganmu datang kembali, dan terus kembali
Tidak masalah jika kamu melupakan ku, aku tidak peduli
Mungkin aku akan baik setelah beberapa hari
Aku tertidur setelah tersenyum dan menangis
Aku mengangkat telepon ku dan meletakkannya kembali
Aku seperti orang bodoh, aku memang bodoh, benar-benar bodoh
Mengapa aku seperti ini ?             
Aku benar-benar merindukan mu
Aku sungguh telah gila
Aku ingin berhenti dan melupakan
Aku lelah, aku sangat lelah, air mataku menutup mata ku
Bahkan bayangan mu masih tetap terlihat
Aku tidak bisa tidur beberapa hari karena terus memikirkan mu
Aku ingin menghapus semua tentang mu, tapi datang lagi
Aku akan baik-baik saja jika waktu telah berlalu dan melupakanmu
Hatiku meleleh seperti es
Aku memanggil-manggil namamu
Aku benar-benar seperti orang bodoh, aku memang bodoh
Mengapa aku seperti ini ?
Inikah waktu yang tepat untuk melupakan ?
Aku bisa berhenti
Mengapa aku belum bisa melupakan mu ?
Aku bahkan tak bisa dan tak mampu meminta mu datang kembali pada ku.